Ahlan wa sahlan

Assalamualaikum!

Selamat datang,
selamat singgah dan menjengah;
moga daripada secebis waktu, bermanfaat untuk semua!

Sepatah Kata (i)

Sabtu, 22 Mei 2010



saya, Nadim Muhammad; alhamdulillah, Allah telah mudahkan bagi saya kefahaman kata, dan keindahan bahasa. maka dengan itu saya menulis. maka dengan itu saya mengarang, dengan itu juga saya memaknakan peristiwa dengan kata.

saya bersyukur lagi atas anugerah-Nya dalam menulis; mengikat peristiwa peribadi dengan kata ringkas meski, padat dengan makna. tetapi, saya bertanya pada diri, sampai bila?.saya menulis sejak dari 5 tahun lalu (ya, 2005) :- sampai bila saya hanya menganyam kata dengan bebenang perkataan menjadi lembar epik saya sahaja. sampai bila? saya yakin, tulisan tiap penulis itu adalah cermin diri penulis tersebut; maka, apa yang ditulis itu gambaran paling dekat dengan jiwa dan minda beliau.

saya masih lagi belajar; masih lagi merangkak dalam penulisan kreatif. InsyaAllah, dalam masa yang akan datang saya akan usaha untuk berkembang:- seperti tunas yang berlalu masa, menjadi pohon berbuah lebat dan rendang teduhnya. untuk itu, saya perlukan masa; saya perlukan lebih banyak pengalaman (lebih tepat kelukaan dan kekecewaan- mungkin?) dalam membina seorang penulis mapan yang menggugah dengan penanya dalam jiwa.

untuk semua itu, saya perlu belajar. perlu menekuni siapa yang telah lama melangkah. perlu memahami mereka yang telah sampai destinasi. saya perlu tunjuk ajar, ditunjuk dan diajar.

dan saya pohon juga doa kalian.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-
Nadim Muhammad
22 Mei 2010
Dublin, Ireland.

Diam


diam ini,
bukan tanda langkah terhenti;
tidak doa pernah mati.
ya Allah,
mudahkannya;
bagiku.
-Nadim M.
-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-
Nadim Muhammad
22 Mei 2010
Dublin, Ireland

Tumbuh dan Rendang

Sabtu, 15 Mei 2010



benar, mungkin berganjak usia ada tanda besar jiwa.

tetapi, mungkin kematangan itu tidak letaknya pada angka-angka, tetapi refleksi tumbuh dan rendangnya jiwa itu.

matang, atau kematangan itu adalah satu proses, sesuatu yang bergerak dan berubah mengikut masa, bukan hasil akhir. maka, kau tidak boleh hanya menilai satu kematangan itu dengan sekali pandang, atau sekali timbang.

proses menumbuhkan rendang jiwa itu, masa diambilnya berbeza; insyaAllah dengan izin-Nya.
alhamdulillah, ada jiwa-jiwa awal berbunganya, meski mungkin jiwa sebaya lain masih berpucuk. sungguh, banyak benar faktor dalam, juga ekstrinsik yang menjadi konduktor okestra pertumbuhan tersebut. apa yang pasti, pengalaman kendiri itu punya influansi besar.
juga pada sekitar, pada mereka yang bersama gaulnya dalam proses itu.

kematangan itu; lihatlah pada pantulan tindaknya, akhlaknya, budinya, serta pilihannya - yang mungkin tampak biasa - bukan pada siapa orangnya. ianya adalah refleksi iman, refleksi akal, refleksi minda dan jiwa:- yang memaknakan manusia!

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
15 Mei 2010
Mercer Library, RCSI

Penat(ii)




wahai jiwa;
mana perjuangan tiada lelah,
atau perjalanan terlalu mudah.

tapi,
bertahanlah;
demi tuhan-Mu,
tetapkan langkah!

kerna janji-Nya,
pasti nyata;
hujung nanti,
destinasi abadi.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-
Nadim Muhammad
15 Mei 2010
Mercer Library, RCSI.

Jawapan(ii)

Selasa, 4 Mei 2010



kalian suka benar bertanya,
meski aku membisu kata;
lagi erat kusimpan cerita.

cukup;
untuk kalian jawapan aku satu:-
'selesai'.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
4 Mei 2010
Dublin, Ireland.

Setia(ii)




Setia bukan pada kata,
yang dijanji mesra.

Tidak pernah cukup,
dengan sumpah sejiwa.

Setia itu,
pada diri dipegangnya kelu,
pada hati diikatnya bisu.

Setia aku,
pada waktu;
dengan janji Tuhan-ku.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
4 Mei 2010
Isra, Dublin.

Syukur



Dia,
telah memberikan kita satu kecukupan hidup:-
pada yang ada,
yang dirancang
adalah pasti terbaik untuk kita.

Dia,
telah menghamparkan kita jalan:-
pada kita memilih,
kita melangkah
meniti denai takdir hujungnya
hanya Dia yang tahu.

Dia,
Allah, yang telah menetapkan semua;
maka seungkap syukurku,
tak kunjung hilang.

Alhamdulillah.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
4 Mei 2010
Isra, Dublin.