Ahlan wa sahlan

Assalamualaikum!

Selamat datang,
selamat singgah dan menjengah;
moga daripada secebis waktu, bermanfaat untuk semua!

hidup ini

Ahad, 27 September 2009



hidup ini penuh kejutan;
tersingkap seribu satu persoalan,
terungkap segunung tinggi harapan,
tersimpan sepahit manis kenangan,
terbenam seduka hampa kekecewaan.

-untuk yg memahami-

Kaito Kuroba
12 Jun 2006

catatan kaki:-
ini adalah sajak yang sungguh, saya coretkan untuk seorang lagi rakan; tetapi sempat siap sekadar ini, sejak itu; langsung ilham tidak pernah turun(untuk lengkapkan puisi ini)! maaf ya!

Kaito Kuroba:- nama sebelum Nadim Muhammad dipilih menjadi nama p
ena saya.

maafkan aku



maafkan aku sahabat yang jauh;
kerna kuruntuhkan ia ketika rapuh,
sebelum bertambah sukar tatkala teguh.

23 Mei 2006

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Puisi Lama

Assalamualaikum.

Dalam tempoh waktu sekarang, mungkin saya lambat, lalu jarang berkarya;
dalam cuti musim panas yang sangat panjang pun;
kondisi sekelilling (bukan menyalahkan) banyak membuatkan buah kata itu tidak sempat masak dan ranum.

Lalu, saya selongkarkan puisi-puisi lama yang mungkin terlepas pandang;
atau diletakkan pada laman sesawang yang lain sebelum adanya laman Tinta Nadim Muhammad ini; maka perhatikan kata-kata itu, anda akan menemukan kelainan, lagi-lagi pada nada dan temanya.

Moga bermanfaat, mungkin.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Penenun Tinta(ii)

Sabtu, 26 September 2009




Kita adalah penenun tinta;
yang jarumnya pena,
berbenang untaian aksara.

Kita memintal kata,
menganyam bicara;
menjadi lembaran cerita.
Tentang kita, tentang dunia;
untuk semua.
Kita adalah penenun tinta;
saksi zaman masa,
pewaris tamadun banga.
Ikhlas; cukup kerana-Nya.


Nadim Muhammad
Dublin Bus 16
14 Februari 2009

catatan kaki:-
Ini versi kedua, yang mana Penenun Tinta(i) tergantung setelah lengkap beberapa rangkap. Mati akalbarangkali. Yang kedua ini, terlalu asyik memilih kata hingga tertinggal dan terlepas untuk turun daripada bas meski sudah sampai ke destinasi.Alhamdulillah, seeloknya yang (ii) ini siap, saya dedikasikan pada semua rakan penulis!

Kembali



Seusai jiwa kosong;
Adalah lelah-lelah kata.
Kecil epik hidup.

Semalam, hilang.
Terbiar terus berlalu.
Dan kau,
Semanis senyuman sinis.

Kita adalah peran;
bertali sulaman skrip ilahi,
Tiap tingkah bicara;
Akan dikira tahu?
Bukan sekadar kosong,
Akhirnya dihitung.

Seadanya rindu,
Itu jauh, tinggi;
Untuk hati yang mencari,
akan makna tuju destinasi.

Dan aku,
Seperti akan seharusnya;
Untuk engkau,
terima akan seadanya;
Buat kita?
Reda dalam takwa.

Seindah,
Memaknakan erti;
menggapai madah,
tidak semudah itu.

Jalannya,
Meski terang itu habis;
Terus tabah menjejak.
Lorongnya ini,
Menyingkap fitrah;
Menyelami kerdil hati.

Ya, perjalanan menuju-Nya;
Tidak semudah itu!

Nadim Muhammad
Com Lab RCSI
Rabu, 01 Oktober 2008

catatan kaki:-
ini puisi tahun lepas ditulisnya;
tatkala dimusim raya, aku di Dublin.
serasa homesick?
tidak, sesekali datang itu ditepis tabah.

kembali adalah cerita hamba,
berbicara pada temannya yang jauh;
akan mencari Tuhannya, tidak semudah kata.

Hijab Waktu

Rabu, 16 September 2009


sesungguhnya,
yang menyekat kataku;
mengikat janjiku,
adalah masa:-
kerna jauh jarak,
adalah cebis;
dan hijab waktu(itu),
melakar sendu.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad