Ahlan wa sahlan

Assalamualaikum!

Selamat datang,
selamat singgah dan menjengah;
moga daripada secebis waktu, bermanfaat untuk semua!

ukhwah(catatan puisi 2009)

Isnin, 28 Disember 2009



dan hati kita tetap satu.
meski masa berlalu;
kenangan tercoretkan itu,
abadi.

jauh kita adalah dekat!
manis ukhwah mengikat kuat;
kerna ruang dan masa,
tak mungkin mengekang rasa.

terima kasih,
jumpa lagi dengan izin-Nya.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
PUISI 2009
Mt Melleray, Waterford
25 December 2009

Tentang Kenangan(ii)

Ahad, 20 Disember 2009


Salam alaik.

Sesungguhnya,
kenangan itu, memang mengingatkan.
dan mari Nadim katakan,
dengan indah;

lalu,
setelah beberapa masa;
lagi akan hari ini,
telah lagi singgah,
kenangan itu.

siapa sangka?
bertahun lalu,
kali ini di bumi Dublin;
bertapak menjejak.
dan mengingatkan.

sepertinya,
impi dan mimpi itu;
tertunai tanpa pinta,
berkisah tiada kata,
semuanya berlaku
dan berlalu.

lagi,
sungguh,itu lagi isyarat dari langit.
ingatan bahawa jauh lagi perjalanan;
panjang lagi perjuangan dari ingatan yang lalu dikuatkan.

dan Nadim kali ini,
menemukan sesuatu atas kunjungan;
yang lebih dalam dan peribadi:-
"bahawa masa telah memakan rasa.
dan (hati) telah kebas"


Nadim perlu bersiap,
lagi untuk menempuh ranjau jauh.
berawas dan berjaga,
atas setiap tingkah dalam setiap langkah.

dan sungguh, lagi ku katakan dengan indah;
kenangan itu, amat mengingatkan.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
20 Disember 2009
Isra'
atas kunjungan kenangan.
p/s:- ini catatan ingatan untuk diri.

Ikatan(i)


[cerita-cerita masa]

Telah ikatan ini,
menyemi janji abadi;
dua jiwa satu rasa,
dua hati sampai mati.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
[ditulis lama dahulu]

Buah Kata (ii) - Pohon Hidup

Sabtu, 19 Disember 2009


Ada satu pohon itu,
yang dimaknakan waktu;
ditabur baja hampa,
digembur humus kecewa.

Lalu tumbuh segar,
dan rendang meneduh.

Ada masa pohon itu,
berbuah semanis rasa;
mengungkap sesirat makna,
dari tiap tangis dan tawa!


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Darul Isra'
Dublin, Ireland
20 December 2009

Buah Kata




Sesungguhnya,
buah kata aku tidak bermusim;
ada kala ranum manis,
tika juga kelat muda.

meski,
buah kata itu
dari rendang pohon kehidupan;
yang tertusuk subur,
di batas masa.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Darul Isra
Dublin
20 Disember 2009

Masa

Ahad, 22 November 2009



dan sesungguhnya,
masa (padaku) menjadi soalan;
yang panjang, mendalam.

juga masa(bagiku),
adalah jawapan;
yang tenang,
dan pasti!


Nadim Muhammad
Isra’, Dublin
22 November 2009

Gagak(ii) (Taqwa)

Selasa, 20 Oktober 2009



Lalu gagak,
apa lagi yang kau tangiskan?
meski tak seputih merpati,
atau merak seindah pelangi;
bukankah janji Tuhanku,
dan Tuhanmu:-
"Yang tinggi, dekat,
dan mulia pada-Nya;
adalah jiwa,
yang dalamnya,
takwa?"


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
O'Flanagan Lecture Theature, RCSI
20 Oktober 2009

Lepas (Tamat)

Isnin, 19 Oktober 2009




sungguh masa berbicara;
yang terlipat dek waktu,
kisahnya diungkai,
tamat.

lalu,
yang lepas itu baik;
melepaskan dengan reda,
dilepaskan dengan rela.

moga janji-Nya,
yang lebih baik.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
19 Oktober 2009,
Isra', Dublin, Ireland

Kembara(vii)

Isnin, 12 Oktober 2009




jejak kembara kali ini;
penuh dengan semak,
yang adakalanya melemaskan!

maka,
aku perlu sediakan pedang hikmah;
yang kuasah paling tajam,
dan kusarungkan dengan
kesederhanaan.

tidak lagi ku mencantas
semua semak,
biar ditebas hanya balak!

dan langkahku,
kuatur dengan paling kemas;
biar setiap pijakku,
tak berjejak!


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Isra'
Dublin
12 Oktober 2009

hidup ini

Ahad, 27 September 2009



hidup ini penuh kejutan;
tersingkap seribu satu persoalan,
terungkap segunung tinggi harapan,
tersimpan sepahit manis kenangan,
terbenam seduka hampa kekecewaan.

-untuk yg memahami-

Kaito Kuroba
12 Jun 2006

catatan kaki:-
ini adalah sajak yang sungguh, saya coretkan untuk seorang lagi rakan; tetapi sempat siap sekadar ini, sejak itu; langsung ilham tidak pernah turun(untuk lengkapkan puisi ini)! maaf ya!

Kaito Kuroba:- nama sebelum Nadim Muhammad dipilih menjadi nama p
ena saya.

maafkan aku



maafkan aku sahabat yang jauh;
kerna kuruntuhkan ia ketika rapuh,
sebelum bertambah sukar tatkala teguh.

23 Mei 2006

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Puisi Lama

Assalamualaikum.

Dalam tempoh waktu sekarang, mungkin saya lambat, lalu jarang berkarya;
dalam cuti musim panas yang sangat panjang pun;
kondisi sekelilling (bukan menyalahkan) banyak membuatkan buah kata itu tidak sempat masak dan ranum.

Lalu, saya selongkarkan puisi-puisi lama yang mungkin terlepas pandang;
atau diletakkan pada laman sesawang yang lain sebelum adanya laman Tinta Nadim Muhammad ini; maka perhatikan kata-kata itu, anda akan menemukan kelainan, lagi-lagi pada nada dan temanya.

Moga bermanfaat, mungkin.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Penenun Tinta(ii)

Sabtu, 26 September 2009




Kita adalah penenun tinta;
yang jarumnya pena,
berbenang untaian aksara.

Kita memintal kata,
menganyam bicara;
menjadi lembaran cerita.
Tentang kita, tentang dunia;
untuk semua.
Kita adalah penenun tinta;
saksi zaman masa,
pewaris tamadun banga.
Ikhlas; cukup kerana-Nya.


Nadim Muhammad
Dublin Bus 16
14 Februari 2009

catatan kaki:-
Ini versi kedua, yang mana Penenun Tinta(i) tergantung setelah lengkap beberapa rangkap. Mati akalbarangkali. Yang kedua ini, terlalu asyik memilih kata hingga tertinggal dan terlepas untuk turun daripada bas meski sudah sampai ke destinasi.Alhamdulillah, seeloknya yang (ii) ini siap, saya dedikasikan pada semua rakan penulis!

Kembali



Seusai jiwa kosong;
Adalah lelah-lelah kata.
Kecil epik hidup.

Semalam, hilang.
Terbiar terus berlalu.
Dan kau,
Semanis senyuman sinis.

Kita adalah peran;
bertali sulaman skrip ilahi,
Tiap tingkah bicara;
Akan dikira tahu?
Bukan sekadar kosong,
Akhirnya dihitung.

Seadanya rindu,
Itu jauh, tinggi;
Untuk hati yang mencari,
akan makna tuju destinasi.

Dan aku,
Seperti akan seharusnya;
Untuk engkau,
terima akan seadanya;
Buat kita?
Reda dalam takwa.

Seindah,
Memaknakan erti;
menggapai madah,
tidak semudah itu.

Jalannya,
Meski terang itu habis;
Terus tabah menjejak.
Lorongnya ini,
Menyingkap fitrah;
Menyelami kerdil hati.

Ya, perjalanan menuju-Nya;
Tidak semudah itu!

Nadim Muhammad
Com Lab RCSI
Rabu, 01 Oktober 2008

catatan kaki:-
ini puisi tahun lepas ditulisnya;
tatkala dimusim raya, aku di Dublin.
serasa homesick?
tidak, sesekali datang itu ditepis tabah.

kembali adalah cerita hamba,
berbicara pada temannya yang jauh;
akan mencari Tuhannya, tidak semudah kata.

Hijab Waktu

Rabu, 16 September 2009


sesungguhnya,
yang menyekat kataku;
mengikat janjiku,
adalah masa:-
kerna jauh jarak,
adalah cebis;
dan hijab waktu(itu),
melakar sendu.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Inspirasi;Transisi

Sabtu, 22 Ogos 2009

Assalamualaikum.



Inspirasi

Lagi saya menulis; dengan mengambil daripada satu cebisan tulisan lalu, lantas saya ungkapkan dengan perinci. Inspirasi saya; andai lagi pada mereka yang menekuni susunan kata daripada awal; sejak mula sehingga hujung sebelum saya menulis tentang ini; adalah berkisar, tentang dan mengenai peristiwa yang menjadi warna. Cerita-cerita kecil dalam masa yang lalu, sudah pasti yang berlalu; sekejap tetapi menginjakkan saya menjadi beberapa tahun ke hadapan.

Inspirasi penulisan saya dahulu; dan sehingga ini tertulis adalah pada waktu yang tawa tiada; seerat kecewa dan hampa yang memaknakan jiwa saya sendiri, secara peribadi. Maka, kisah yang penuh itu saya cebis, carik dan koyakkan dalam kata yang digubah; ada yang indah, mungkin hambar, atau sekadar beberapa patah. Ya, benar. Adalah itu satu kesengajaan yang diniatkan begitu; moga yang tertulis itu rakaman yang cukup dierti buat diri; meski yang lain membacanya bingung; ceritanya tergantung. Terima kasih untuk mereka yang sudi lagi singgah; menjengah kata-kata yang tidak mungkin tidak terbaca atau langsung terendah pada mereka yang sekadar mengenali saya di luar.

Saya; Nadim adalah refleksi masa, peristiwa dan ibrah (pengajaran) yang bersama tiapnya. Dan, bagi saya; tiap yang telah dan sudah itu; tiada langsung sesal, malah setinggi syukur, kerana kerdil jiwa dan diri ini memahami sedalamnya. Seolah-olah itu ibaratnya satu ujian, dan latih tubi kepada jiwa untuk lebih bersedia mendepani dunia; lagi mencari yang Esa dan menuju hujung sana.


Maka, bila satu lagi ‘chapter’ dalam hidup saya dibuka; jauh daripada bumi bertuah, (rujuk koleksi Kembara) Dublin, Ireland adalah menemukan lagi satu inspirasi, yang insya-Allah menjadi teman erat kepada masa dan peristiwa; atas bumi itu, saya menemukan, dan lebih memahami dan mengerti tentang Islamnya itu apa; jua imannya apakah? (meski iman sendiri belum cukup utuh). Inspirasi mengolah kata daripada neraca keduanya; mana yang baik padanya itu baik; mana tidak itu jauh-jauhkan. Saya, Nadim mendoakan untuk itu, keduanya sentiasa teguh dengan saya.

Transisi

Inspirasi baru ini, lagi saya belum cukup rapat dan erat; maka transisi penulisan saya pun seadanya masih digilap, dengan perlahan, satu demi satu. Ya, saya sendiri tidak pernah tahu bila, akan selesai kerja-kerja ini; kerana Nadim; saya tidak menulis dengan sepenuh masa, dan sentiasa.

Menulis juga lagi, menjadi satu lagi tuju destinasi baru bagi saya selepas itu; tidak sekadar merakam peristiwa, mengukir cerita yang sekadar cukup dikongsi dengan, kepada dunia; bahkan telah mengangkat martabat, menambah tanggungjawab untuk menjadi lapang sasar dakwah. Bila penulisan ini definisikan dengan makna yang baru, bukan sekadar indah sastera semata-mata; nilai dan makna juga langsung telah berbeza; yang sekadar saja menjadi kerja, yang sekadar suka bertambah makna. Inspirasi baru ini, bila dianyam dengan inspirasi lama; ibarat ruas dan buku, kemas melengkapi; bahkan menjelaskan rahsia dan hikmah apa yang telah berlalu, berlaku.

Juga, bila penulisan saya; inspirasi barunya menjadi teman yang mengungkap kata; menyusun bicara, lantas membina cerita daripada neraca Islam dan Iman itu; adalah satu-satu tanggungjawab, lagi amanah. Melihat, mentafsir, dan mengerti peristiwa daripada ‘framework’, atau rangka-kerja Islam dan Iman itu menjadikan penulisan saya, juga hidup saya selepas itu lebih bermakna, dan memaknakan. Lantas, bila menulis dengan rangka-kerja keduanya itu; maka yang dibawa juga mesej Islam dan Iman itu, juga tidaklah sekadar itu, dengan suka-suka atau saja-saja. Membawa Islam itu ertinya dakwah; juga dakwah itu; menyeru adalah satu rangka-kerja konsep yang luas(conception-framework.Mendakwahi itu bukan sekadar pada mereka yang kafir, jua musyrik; tapi tertuju juga mesej itu kepada yang telah mengaku, dan percaya yang Allah itu, tiada selain Nya; dan Muhammad Abdullah itu utusan, dan hamba-Nya. Lalu, inspirasi baru itu lebih memaknakan, mewarnai dan menambah rencah rasa; rentak kelana penulisan saya nanti.

Masih, temanya satu:- saya. Benar, seadanya kita perlu memahami dan mengerti diri dengan sedalam dan sefahamnya; daripada itu kita melihat kerdil diri, tertanya siapakah Pencipta. Maka, dalam tulis, coret panjang saya untuk beberapa seketika ini berkisar tentang saya, kerana saya masih mencari, dan menjalani. Dengan kupasan inspirasi saya; yang berlalu juga yang baru itu telah menjadikan tulisan saya cerita. Moga, selepas ini, karya itu bukan sekadar lompong dan kosong; bahkan lebih bererti dan menggugah.

Itu saya; yang baru menemukan jejak baru tentang apa yang ditulis. Anda? Apa pula tentang anda?

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
5 Ogos 2009
Koach 3B,Kereta api Tanah Melayu, Perjalanan ke Kuala Lumpur.

Bisik

Sabtu, 15 Ogos 2009

Wahai jiwa,
Tidakkah engkau menduga;
Akan perit pedihnya itu.
Adalah bisik-bisik Tuhan-Mu?

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Saksi; menyaksikan, yang disaksikan.

Rabu, 5 Ogos 2009


Assalamualaikum.

Seorang penulis itu adalah saksi. Maka saya juga seorang saksi. Seorang penulis itu adalah saksi kepada semua hal yang ditulisnya; tentang dia, tentang mereka sekitarnya, hal-hal yang bermain dalam benak kepala, soal dunia; ada apa yang diyakini teguh, yang dipercayai; akan menjadi saksi tiap kejadian dan peristiwa. Lantas, untuk semua itu diteliti halus, dan disaksikan dengan kata.

Penulis itu menyaksikan tiap semua yang tersaksi dengan baik dan penuh hemat. Daripada itu, beliau mengutip, memilih, dan menyaring kata-kata; diolah dan digubah menjadi sebuah sajak, puisi, cerpen atau drama; atau lebih daripada itu.

Penyaksi yang memegang tugas, amanah dan tanggungjawab menjadi perakam pada zamannya; cerita pada dekad dan kurunnya itu, adalah penulis. Mereka yang melihat masing-masing; setiap mereka dengan kaca mata dan parameter yang berbeda:- dan semua itu diungkapkan dalam satu wadah yang sama. Saksi maka, adalah perlu untuk merakam dengan seeloknya; menyisih segala kecondongan dan meninggalkan mungkin sedikit sebanyak pengajaran daripada apa yang disaksikan beliau.

Maka saya, Nadim; juga adalah seorang saksi:- dan seperti yang dalam tulisan lalu, saya adalah saksi diri saya; akan peristiwa dalam masa dan semua tentangnya. Cuma, saya belum cukup ampuh dan mapan untuk menjadi saksi dunia dan zaman. Saya masih perlu membina beberapa asas dan dasar; jua perlu menjadi lagi pelajar kepada sejarah dan masa! Tika ini, masih saja adalah pelajar sejarah saya sendiri; lalu saya tekuni sejarah mereka yang sekitar; daripada itu saya meneliti beberapa sejarah orang yang lebih bermakna:- lantas semua itu( dan masih lagi), membuatkan saya ada kala terlebih tua daripada usia adanya dalam tindak dan fikir; dalam pandangan dan cadangan, dan terkadang mendapat kritikan: “banyak benar yang difikirnya”, “itu tidak realistik”, “seperti pak cik tua”. Saya cuma berdoa, mungkin tiba satu hari; mereka mengerti bila sendiri mereka pada usia itu. Saya tidak tua lagi pada angka; Cuma ada kala saya memilih untuk melangkau masa.

Maka, bukan sekadar saya; juga anda, yang membaca ini. Anda seorang saksi, juga anda seorang penulis. Tulisan anda; terutama yang sarat dengan pengalaman dan pengajaran, adalah permata dan emas yang sangat berharga; lagi harganya andai ilmu itu dikongsi, dilapah dan dikunyah bersama. Niatkan yang ditulis itu, adanya cukup pada Allah yang mengajar; supaya yang lain dapat belajar. Kongsi. Sampaikan. Memberi. Anda juga seorang penulis, ada adalah saksi. Menulis, pada tiap orang itu berbeza. Pada saya telah saya tuliskan; dan akan ditulis lagi seiring masa berlalu. Pada anda, mencoret itu pasti ada erti sendiri; Cuma ingin saya mengajak untuk anda yang sudi singgah lalu arena tulisan saya ini untuk menulis bersama.

Kita adalah penulis; menyaksikan yang disaksikan tentang semua.
Moga daripada secebis kata, menjadi manfaat yang tak kunjung habis.



-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Nadim, Pena dan Tinta.

Selasa, 4 Ogos 2009


Assalamualaikum.



InsyaAllah, tulisan-tulisan selepas ini akan lebih matang, berisi dan terisi. Menulis; bagi saya, Nadim; mengolah-olah kata, asalnya sekadar satu pelepasan diri daripada realiti; membawa jiwa jauh-jauh, ke satu lembah tak terungkapkan.

Menulis saya, bukan pada sebab mencari nama; tertulis Nadim atas sengaja; mungkin juga saja-saja meninggalkan jejak-jejak dalam masa.
Untuk mereka yang mengikuti sususan kata saya daripada awal;
atau menelaah tinta tertera; satu demi satu adalah satu cerita yang berulang.
Diolah lagi; lantas saya mengulangi lagi:- temanya satu. Saya.

Lantas, bila dunia langsung bertanya:-"cerita itu, sekadar ini?, jumud; kecil, tiada makna!". Hanya senyum menyambut soal. Cerita kecil itu membina; yang jumud itu berharga, tiada makna itu berjuta!. Soalnya, cerita kecil kita pada orang; boleh jadi satu warna yang tiada lansung; atau tidak mungkin pudar dalam kanvas hidup kita.

Nadim adalah satu nama; yang pena dan tintanya baru mula diasah, sedang membesar dan belajar; masih menekuni dan meneliti, tatkala mengerti dan memahami dunia, cerita bersamanya; hidup dan kehidupan.Adapun yang tertulis dan tercatat adalah refleksi diri; masih pada diri saya.Apa-apa yang dicoret, yang sempat ditulis adalah rakaman peristiwa yang menghilangkan resah; memadamkan kecewa dan meringankan hampa. Juga ada warna ceria; bisik-bisik bahagia dengan harapan yang paling tinggi! Dan masa berlalu, terus mengajar; juga adakala saya sendiri leka terikatnya.

Menulis ini adalah satu kesusahan juga; setidaknya saja bukan profilik yang puitis; yang sentiasa memuntahkan gubahan seindah kata. Sekadar mampu Nadim itu mengorak tinta dan penanya pada masa sekian; yang tiada pernah tahu bila, atau sekian yang datang dan pergi seketika. Maka pena Nadim ini, terangkat; dan tercoret tinta Nadim ini hanya rawak; atau langsung sekadar meneletakkan patah kata; dan menyusunnya selepas satu, satu.

Terbaca pernah saya, akan makalah:- "yang besar, tidak hanya tentangnya"; yakni penulis yang besar tidak akan hanya mengikat bait kata pada dirinya; seperti saya.
Sungguh, itu benar. Saya akukan; malah bersetuju dengan habis.Dan daripada itu, saya bertanya akan diri, "sampai manakah kita berkisah?".Masa juga membawa jawapan; bila kita melihat dengan necara ISLAM dan IMAN; semuanya menuju TUHAN.Nadim Muhammad telah mendapat satu inspirasi yang tidak pernah dierti; bahkan dahulunya, tidak mungkin dengan saja:-spontan; dapat menjengah dalam takah begini.Seungkap syukur, adalah hidayah itu pada-Nya, diberikan pada yang dihendak-Nya;maka tertariklah oleh-Nya daripada siapa jua. Ya Allah, tetapkan padaku.


Menulis adalah bicara-bicara yang saya diamkan; atas saya secara peribadi tidak banyak katanya; setulis lalu:- ada pada tekanan membuatkan diri ada ini lebih banyak diam meneliti daripada terus menjengah, terburu dalam tindak. Lalu butiran makna hidup yang dikutip satu demi satu, dengan payahnya; menjadi kukuh dalam kata yang ditulis. Tema juga tetap satu:-saya.

Mereka berkata lagi, "sampai bila?". Mungkin akan cukup saya mencoret makna tentang saya; bila saya mula berkata pada dunia. Menulis bukan satu kerja mudah. Apa lagi bila menulis sesuatu yang kelihatannya selapis, bila dihalusi dan ditekuni; lapisan demi lapisan tentang cerita duka, bahagia, kecewa itu muncul satu, satu.

Dan bila saya mencoret ini, sungguh; tertanya, "adakah yang isinya diertikan? atau berjaya dikunyah?"

Menutup kata ini, kali ini dengan satu erti.
Saya melangkah lagi, dengan langkah baru.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Taj Mahal.ku?

Khamis, 30 Julai 2009

Salam alaikum.




Taj Mahal saya.
Sedikit orang sinis bertanya;
ada yang senyum bersahaja,
mungkin sudah lama saya menyimpan kata,
insyaAllah; hari ini kita berkongsi semua.

Taj Mahal bagi saya;
adalah simbolik cinta.
akan pada seorang raja,
untuk permaisurinya.

Taj Mahal pada saya,
adalah sebuah manifestasi cinta;
yang tidak terungkap kata,
tak terlihat kasar mata,
terjangkau tidak halus jiwa.

Taj Mahal itu bukanlah siapa,
andai itu kebetulan adanya;
cuma mengikat simbolik kata,
berat tak terlafazkan makna.

Taj Mahal itu maka;
adalah janji, rindu dan cinta,
akan pada isteriku;
yang belum dibuka hijabnya,
siapa.

sampai jumpa nanti, lagi.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
30 Julai 2009
al-Bait
Perlis, Malaysia

Tanah

Jumaat, 12 Jun 2009




Sungguh,
akan pada tanah yang subur itu;
andai tercampak benih yang elok,
tumbuh segar pohon bertunas,
rendang meneduh damai.

Pohon itu pula;
membuah manis,
manfaatnya tidak pernah habis.

Maka,
atas tanah itu;
aku ingin jadi petaninya!


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Rathmines
Jumaat, 12 Jun 2009

Penat

Ahad, 31 Mei 2009




adakala,
hidup ini;
dalamnya penat singgah.

kau tahu?
jiwa ini;
tikanya lelah jengah.

tapi,
perjalanan ini;
perjuangan kami,
masih p.a.n.j.a.n.g!

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
31 Mei 2009
RAS, BAI
Dublin

Langkah Baru

Jumaat, 22 Mei 2009




dan dengan nama Allah,
aku tahu;
langkah terjejak berlalu masa,
sudah punya destinasi nyata.

tintaku;
adalah anugerah,
yang perlu diikat akidah;
mekar jiwa semaian tarbiyah,
harum menjengah wadah dakwah.

jalanku;
bukan lagi sempit cerita,
yang tersimpul hikmah bersamanya,
atas denai kembara abadi,
melangkah berlari menuju ilahi.

dan untuk itu;
aku perlu lebih kuat,
tabah dan matang.

langkah baru ini,
moga dalam reda-Mu!

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Isra'
Dublin
22 May 2009

Terikat

Ahad, 17 Mei 2009




Bila yang terikat itu kata,
yang mengikat itu masa;
maka tertanam semua cerita.

ini narasi jiwa,
andai bisa kuungkap jua;
tentu tak seindah rahsia.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Isra'
Dublin
16 Mei 2009
-dalam rindu?-

Ampun




Sungguh,
aku hanya hamba-Nya;
yang terkial memohon doa,
disungkur sadungan busuk dosa.

yaAllah,
sungguh,
akan ampun-Mu,
menjadi igauku!

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah,Isra'
Dublin
16 Mei 2009

Pinta

Rabu, 13 Mei 2009



tidak lagi aku,
mendoakan yang seindah bintang,
menyinar taman syurga itu;
andai terangnya tidak menyuluh.

pintaku,
moga yang bersama nanti;
terisi seerti fikrah,
bersama menjejak denaian dakwah.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Isra'
13 Mei 2009

Sahabat

Rabu, 6 Mei 2009



kata engkau,
"maaf kerna aku bukan insan yg sempurna"


mari, aku ungkapkan:-

dan jua,
tidak saya. :)

kita hanya manusia,
mengerti?
tidak semaksum nabi;
jua malaikat ilahi.

dan jua aku,
ada kurangnya,
selalu salahnya;
penuh silapnya.

meski,
yang lebih baik itu,
pada yang mengerti,
pada yg memahami.
tatkala ada, menghargai.

kerna sahabat itu,
bukan pilihan sendiri;
tapi takdir ilahi.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Isra'
6 Mei 2009

Sejenak

Selasa, 5 Mei 2009



Untukmu sejenak;
adakah engkau terlalu sibuk,
sahabatku?

Sungguh,
andai punya secebis,
ruang dan luangmu;
inginku mengungkap bicara,
berkongsi cerita.

Andai ada sedikit,
senggang dan lapangmu;
hajatku berkisah duka,
mengadu derita.

Meski,
tetap doa dan pintaku:-
kebaikan, kejayaan,
dan cinta (untukmu) daripada Tuhan.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Isra’
Dublin
5 Mei 2009

Amanah

Ahad, 3 Mei 2009




(atas Presiden Islamic Medical Association of Malaysia (IMAM) Ireland Student Chapter 2009/2010)

ya Allah,
telah pundakku berat;
atas amanah tergalas.

ini bukan mainan,
akan nanti tersoal;
mana haq, mana tunainya.

meski;
seungkap syukur terzahir,
kerna Engkau itu dekat!

ya Allah,
tunjukkan aku jalan,
merempuh sepanjang ranjau.



-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Cerita(iv)




untukmu adalah satu jiwa,
adanya satu janji.
untukmu adalah satu kata,
darinya satu hati.

cintaku keranaNya,
datang daripadaNya,
dan untuk menujuNya.

ya, sampai jumpa nanti; lagi.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
As-Sakinah, Isra', Dublin
3 Mei 2009

Cerita(iii)

Sabtu, 2 Mei 2009



untukmu; bidadariku.
akan kupersiap semua,
sebelum menyambutmu.

sampai jumpa lagi; nanti.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
2nd May 2009
As-Sakinah, Isra'

Cerita(ii) [Kisah Futuristik Untuk Masa Lalu]

Selasa, 14 April 2009



December 201?

dan bila ijab disambut;
dengan qabul menjemput;
ikatan sebuah janji,
adalah bukti seindah mimpi.

kembara kita bersemi;
menuju negeri abadi.

sampai. jumpa. nanti.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Giant Causeway, Northern Ireland
13 April 2009

Kembara(vi)

Khamis, 2 April 2009


(IMAM SYMPO 2009 Hebden Bridge, Leeds, UK)

langkah-langkah sini,
tenang seringan rasa.
dan yang datang bersama,
detik-detik makna.

sungguh,
semesra tanah asing;
tidak serlah runsing,
kerna hujung destinasi,
adalah janji ilahi.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
2 April 2009
Rathmines, Dublin

Satu



bila langkah ini,
adalah satu.
satu.
dan satu.

dan dengannya juga;
satu,
satu dan satu.

tidak;
semua tidak sekecil ini;
akan, datang nanti.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Janji

Rabu, 1 April 2009




bila yang dipegang ini,
adalah janji azali;
tidak sekosong mimpi,
tiada mainan lagi.

untuk jauh kata,
terisi dengan makna;
pada jauh jiwa,
terikat penuh setia.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
1 April 2009
Rathmines, Dublin

Mahar Cinta: Devotees

Jumaat, 13 Mac 2009



Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara dihati melagukan rindu
Kiranya engkau mampu mentafsirkan
Setiapkan bait kata-kata yang terucap

Pasti dirimu kan memahami
Harapan kasih yang terbina
Sekian lamanya disudut hatiku
Hanyalah untukmu

Bukanlah aku sengaja
Melindungi rasa di jiwa
Namun bimbang diri kan terleka
Hanyut dibuai angan dan mimpi indah
Hingga terabai segala cita
Sedang khayalan tak menjanjikan
Segunung kebahagiaan
Sebagai mahar hantaran

Apakah mungkin engkau mengerti
Setiap cinta yang dilafazkan
Bukanlah sekadar mainan
Tetapi sebuah janji

Andainya dapat engkau mendengarkan
Suara dihatiku melagukan rindu
Kiranya engkau bisa mentafsirkan
Setiap bait kata-kata yang terungkap

Pasti dirimu dapat melihat
Rahsia kasih yang terpendam
Sekian lama disudut hatiku
Hanyalah untukmu
Selamanya....

p/s:- ya, andainya; insyaAllah

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Cerita(i)

Selasa, 3 Mac 2009


Bila yang ringan itu,
sampai masanya menjadi berat;
maka yang tersenyum jua luluh.

Yang terasa lapang itu,
serasa mengikat segenap hati.
menangkap tenang jiwa,
meruntun damai rasa.

Ya Allah, ringankan;
mudahkan, lapangkan.
Sampaikan,
pada jiwa yang jauh itu;
akan apa yang ini.
moga tahu,
moga mengerti;
akan yang dulu ringan,
telah menjadi beban.

Salam cinta dan rindu

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Tuesday, 03 March 2009

Utusan

Sabtu, 28 Februari 2009


Salam serta sembah hormat dari tanah yang jauh; untuk tuanku.

Tika dalam berlalunya masa, meski patik ada kala tetap mengambil selangkah belakang, sejenak:- berpaling merenung jejak denai yang telah berkesan.
Perjalanan ini, benar; jauh lagi dari destinasi. Sepanjang yang dilalui ini, bila ditenungkan; buat patik sejenak untuk menitip pada tuanku.

Tuanku,

Meski, ungkap patik, tanah yang dipijak ini, tidak seasingnya seperti tanah kita;
tapi kejauhan ini, dan insan2 yang menjadi watak dalam tikanya menjadikan cerita dan kisah langsung, terus berbeza.

Dan kisah-kisah patik di bumi ini; yang bersama anginnya nyaman membisik dan memanggil, adalah satu jilid daripada naskah epik kecil yang ada kala patik sendiri tidak mampu mengungkapkan.

Jilid hikayat perantau ini, dalamnya ada seribu macam hikmah yang untuk sama-sama di terjemah; yang perlu teliti ditelaah, dan rapi dihayati. Seperti ungkap tuanku itu, akan mutiara itu ada pada dasar, bukannya terapung mudah.

Patik seadanya banyak memilih untuk diam, dan daripada jauh memerhati. Sungguh; dalam diam itu terlihatkan banyak teladan dan sempadan:- tinggal untuk patik menyisih, menyaring, dan mengambil akan mana yang terbaik, menjadi ikutan dan pedoman.
Diam itu temannya sepi, dalam sepi itu buat patik lebih mengerti. Seolahnya sepi itu peluang untuk lebih dekat dengan diri:- menilai dan meneliti. Kesepian itu bukan hukuman, tapi hadiah daripada Tuhan. Sepi itu serasa dekat kasih Ilahi.

Tuanku,

Tinta kecil dari bumi jauh ini, sampai tika ini; moga nanti dapat patik utuskan dengan angin lalu bersama musim-musim yang menyapa.
Doakan patik dalam kembara ini; moga tiba, sampai destinasi. Moga mimpi semalam, yang menjadi harapan hari ini, adalah realiti esok hari; moga patik sampai jumpa juga nanti. Moga yang terbaik untuk kita.
Sampaikan salam patik pada seisi istana dan negeri.

Nadim Muhammad

Derhaka

Ahad, 8 Februari 2009




aku anak kesultanan melaka;
adat kami, tak pernah derhaka,

selagi sultan memegang syariatNya,
berhukum adil dan saksama.

meski yang zalim itu disanggah,
tidak bertuankan, itu sudah.

tapi kami, takkan pernah derhaka!
daulat tuanku.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Raudhah As-Sakinah
Mt Pleasant Ave, Ireland
8 Feb 2009

Kembara(v)

Jumaat, 6 Februari 2009



dan bila mana langkah ini,
kembara telah bermula;
masakan berat?

lantas sepanjang jalan,
seribu citra kisah;
tercoretkan.

ya, ini keranaNya;
untukNya.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
6 Feb 2009
RAS, BAI.
Mt. Plea Ave Lower, Ăˆire

Ujian

Khamis, 15 Januari 2009

salam alaik.



lantas,
masing-masing,
buat lebih tersenyum.
benar;
semua ini adalah ujian.


(Yang lebih baik bagi mereka adalah) taat kepada Allah dan bertutur kata yang baik.
Muhammad,47:21


biar Allah yang tentukan,
biar Allah yang beri balasan.

Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan.
Al-Ahqaf,46:19

Ketahuilah, bahawa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahawa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
AlMaidah, 5:99


:)

dan benar,
cukuplah kalam dari Allah;
Tuhanku dan Tuhanmu.

..barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Al-Baqarah, 2:112


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Ikan

Isnin, 12 Januari 2009

salam alaik.



ya, benar;
lubuk yang banyak ikannya, memang seronok di pancing.

dan ikan lubuk ini, sudah mengerti.
umpan itu, tidak akan dihirau lagi.


-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad

Tahun Baru

Isnin, 5 Januari 2009




Dan tahun baru ini,
dengan segala yang datang bersamanya;
adalah rentetan janji dari langit.

yang seadanya menetapkan,
akan kisah-kisah kita,
dan segala bicara kita.

dan sapaan baru ini,
adalah hangat mengingat.
moga yang semalam itu berlalu;
tidak tertinggalkan begitu.

Hadapan jalan penuh cabaran,
yang sedia menunggu.
lebih penting,
jiwa yang dahulu kecil itu
tidak lagi takut mahu gusar.

Cerita-cerita semalam,
bersama semalam.
dan dalam tahun baru ini,
adalah ruang untuk lembar baru.

yang hujungnya nanti,
sama-sama kita jamah hikmah.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
Belgrove, UCD Belfied
5 Januari 2009