Ahlan wa sahlan

Assalamualaikum!

Selamat datang,
selamat singgah dan menjengah;
moga daripada secebis waktu, bermanfaat untuk semua!

Seindah Ikebana!

Sabtu, 29 Mac 2008



(*dedikasi untuk sahabat-sahabat; sesungguhnya rinduku, kasihku, sayangku dan cintaku hanya kerana ALLAH)

Dan segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam; tuhan yang menguasai segala. Atas segala izinNya, mungkin bisa lagi Nadim menitipkan kisah rantauan. Coret-coret sepanjang jalan.

Entah, terkenang Nadim;  tatkala terus-terus menjejak, bertebaran atas bumi ALLAH ini, telah Nadim temukan seorang teman dari Kepulauan Naga di seberang timur;  Yukiko, seorang gadis kecik molek, kemas bersarung kimono, pakaian traditional kepulauan itu. Mukanya agak bulat, bermata sepet; berkilauan kornea hazel, rambut paras bahu, hitam malam. Tentang Yukiko, atau mesranya Yuki-chan itu tidak penting; apa Nadim terpaku pada Yuki-chan itu, ada satu gubahan bunga; indah, tampak seolah hidup.

ユキ ちゃん 、あの、何ですか? これ花は きれいです。 
(Yuki-chan,  itu apa? Akan bunga-bunga itu cantik. Ungkap Nadim.)

                ナヂマ くん、それは 生け花です。
                (Wahai Nadim, ini ikebana, balas gadis itu.)

ああ?生け花は 何ですか?、ユキちゃん。
(Yuki-chan, apa itu ikebana?, soal Nadim bingung.)

Kata Yuki-chan, ikebana ini (dalam istilah bahasa, bunga disimpan hidup’)  adalah seni gubahan bunga kepulauan itu; akan frasa  ikebana itu dari  ‘ikeru’ (生ける) yakni menempatkan atau menyusun dan ‘ hana’ () beerti bunga . Bebel mulut kecil gadis sepet itu juga,  seni ikebana ini bukan sekadar gubahan biasa; yang biasa-biasa. Bukan sekadar meletakkan bunga ke dalam bekas; meski lebih daripada itu.

“Dan ikebana adalah satu disiplin seni bentuk, yang tersingkap anyaman sesuatu yang hidup; yakni alam sekitar dan kemanusiaan dibawa bersama. Jua, simbolik  falsafah keintiman dengan alam sekitar”, ujar Yuki-chan.

“Akan sebagaimana atas seni-seni lain, ikebana adalah satu ekspresi kreatif terkandung beberapa syarat pembinaan; dan blok-blok binaan itu terdiri daripada dedahan hidup, dedaunan hijau, rumput-rumput serta bungaan mekar mewangi. Keindahan gubahan itu, terikat pada dasar hasil gabungan harmonis adunan warna, keaslian bentuk,keunikkan satah, serta makna terpendam dek bentuk keseluruhan penyusunan, gubahan itu. Maka, mengertikan Nadim, bahawa ikebana ini bukan sekadar hiasan flora semata-mata”, serak-serak suara Yuki-chan bersemangat menjelaskan.

Benar, Nadim akui, Nadim mengerti.

Seindah ikebana. Apa yang Nadim ingin kongsi bukan mendalam tentang ikebana itu; untuk siapa ingin lebih tahu, maka bisa diusahakan sendiri. Bicara Nadim, tentang persahabatan; dengan izin Allah dapat dikaitakan indah gubahan bunga ini dan sebuah persahabatan. Hemat Nadim, gubahan persahabatan itu bukan sekadar yang biasa; atas sebab itu ikebana jadi pilihan. Gubahan bunga Barat, mungkin sekadar mementingkan aspek dekoratif fizikal semata, lantas tertinggal akan  sesuatu yang lebih dalam.

                Sebuah persahabatan juga begitu, istimewa. Bukan sekadar jalinan yang bersifat lahiriah sekadar, bahkan pengikat hati dan emosi. Maka, gubahan persahabatan itu jua perlu ditelitikan, agar kekuatan yang terikat itu benar-benar berkualiti. Untuk ini, kesediaan insan untuk menerima, akan sahabat itu itu seadanya, lantas reda akannya; jujur, tulus, serta ikhlas jua penting. Dalam persahabatan yang indah, empati amat signifikan; bisa memahami dan mengerti akan sahabat, seperti seandai sesuatu jua atas dirinya. Ya, mungkin ada kala, sesuatu itu mungkin nampak lebih mudah dipandang, meski tak semudah dipikul.  Dan gubahan yang dihias itu, ada kala terkadang ditiup angin, mungkin kesediaan bertoleransi dan sudi saling memaafkan bisa menjadi satu penampan badai yang mantap, agar tetap teguh meski dalam hujan ribut; bahkan bersama menikmati indahnya pelangi tatkala usai hujan menghapus jejak.

                Tapi, seandainya gubahan itu terlerai, benar, kata orang, “gubahkan semula!”. Ya, memang dapat digubah semula, akan persoalan, “adakah seindah asal?”  terjawab?. Mungkin; mungkin ya, atau pun tidak. Meski digubah semula, tidak akan seindah asal, tetapi boleh menjadi lebih indah atau lebih hambar.  Bagi Nadim, tentang ini, yang menentukan indahnya gubahan baru itu mestilah penggubahnya; dan jua takdir ketetapan ILAHI. Bergantung pada niat dan kesudian mereka; masakan satu pihak terlalu bersungguh, tetapi tiada usaha akan satu lagi, seperti pesanan Melayu lama, “Tepukan tangan sebelah itu, mana mungkin ada bunyi, rentak, ritma dan iramanya”. InsyaAllah, dengan izinNya, seandainya diletakkan  matlamat, kehendak dan keinginan yang jitu, gubahan baru itu bisa menjadi lebih baik, bahkan lebih utuh dan sentiasa dalam rahmat dan berkatNya. Doa-doakan untuk itu.

                Dan, alhamdulillah, secebis singkat ini bisa Nadim torehkan tinta kali ini; moga dimengertikan. Dek tak terkejar waktu meninggalkan, hanya ini mungkin diceloteh; moga menjadi ilmu bermanfaat. Moga mungkin atas tinta kecil ini bisa meningatkan, agar menghargai betapa mahalnya seorang sahabat; bahkan tak ternilai dek permata, mutiara, nilam dan delima. Ya, seindah ikebana, selalu terkenangkan Nadim pada damai Kepulauan Naga, dan manis gadis molek itu, Yuki-chan! Sampai sini saja.

-untuk yg memahami, yg sudi mengerti-

Nadim Muhammad
29 dan 30 Mac 2008
Kolej Kediaman Cemara


Rujukan
http://www.ikebanahq.org/whatis.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Ikebana
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikebana
http://www.japan-zone.com/culture/ikebana.shtml

Gambar daripada
http://1.bp.blogspot.com/_qNlMjT0emB0/RnU40-vW_9I/AAAAAAAAAg0/WZoGfIvIPPs/s400/ikebana8.jpg

3 ulasan:

a N N a F i R a berkata...

Ya, memang dapat digubah semula, akan persoalan, “adakah seindah asal?”

adakah seindah asal?
thanx kerna sudi mnjadi teman & pendengar :)

h . z berkata...

mungkin ikebana kau lebih indah dari aku;
tapi aku yakin ikebana aku indah seindah yang ak inginkan..

jadi jgnlah bandingkan ikebana mereka dengan ikebana aku;
kerna setiap ikebana itu indah belaka
tiada yang hambar!

ikhlas,
missing kolej cemara (hu hu)

ummusa'adah berkata...

seindah ikebana
seindah gubahan pertama
tatkala takdir menentu gubahan x kekal selamanya..
gubahkanlah ia dengan hatimu bersama doa pada Tuhanmu..
namun ingt..
andai ia x seindah biasa..
hargailah ia.. moga2 kamu bisa menghayati kilauan pelangi balikannya..