Ahlan wa sahlan

Assalamualaikum!

Selamat datang,
selamat singgah dan menjengah;
moga daripada secebis waktu, bermanfaat untuk semua!

Sungai Dan Lautan

Jumaat, 15 Februari 2008

(Pertama atau terakhir; Pertama dan terakhir)



Ada pun pada suatu ketika, tatkala patik dalam kembara, tertafsir bisikan angin; sepoi-sepoi daripada srikandi.
“Sungai itu dari hulu, jua lautan itu pada hilir; antara itu mana pilihan?”
Entah, aneh jua. Sejenak ada merenung, meneliti dan memahami; terkenang akan patik atas suatu kisah. Ya, satu kisah daripada kembara patik jua. Mungkin, pada hemat patik, ada kaitnya dengan sungai dan lautan itu. Mungkin. Sendiri patik mengertikan, bahawa sungai itu mulanya dari hulu; iaitu satu-satu permulaan. Jua bisa diungkapkan sebagai yang pertama. Dan berlalu sungai itu, hujungnya lautan. Akan simbolik lautan itu atas hilir; yakni penamat, jua bisa diungkapkan sebagai yang terakhir. Mungkin isi bisikan itu tentang ini. Tentang yang pertama, yang terakhir. Pertama dan terakhir; pertama atau terakhir.

Akan pada suatu detik itu, patik disoal dek seorang kenalan akan tentang teman dalam hidup. “Pertama atau terakhir?” Jawab patik, “Keduanya”

Lagi diulang,
“Pertama atau terakhir?” Lagi jawab patik, “Keduanya”

Dan dia itu lantas berbicara,
“Tidak mengertikah akan itu? Pilih cuma pertama atau terakhir!”

Kata patik,
“Mengerti, benar dan amat. Atas itu akan keduanya”

Lalu sambung patik,
“ Benar, dua itu impian. Akan tetap dipaksa dan terpaksa memilih; atas yang terakhir itu lebih utama. Jua atas menjadi yang terakhir itu lebih utama.”

Lagi disoal,
“Megapa itu? Aneh juga, akan kebiasaan, yang pertama.”

Ujar patik,
“Atas mungkin, yang pertama itu belum tentu jua pasti yang terakhir; yang terakhir itu tetap-tetap yang terakhir meski bukan yang pertama. Tidak sekadar dicari itu teman wanita; lantas jua teman hidup. Mungkin sudah aturan TUHAN, menemukan beberapa yang lain sebelum yang terakhir; agar bisa melengkap, memantap dan menyediakan diri untuk yang terakhir. Jua, menjadi yang terakhir; bisa (akan dia) ditekuni pengalaman lalu agar menjadi lebih baik, mengerti akan cinta dan kasih sayang, hidup dan kehidupan lalu menghargai atas apa dalam milik. Jua, satu implikasi diri; sudah bisa menjadi seorang yang bertanggungjawab, berdedikasi jua bersedia untuk segala macam dalam meniti hari mendatang. Ya, moga dimudahkanNya untuk ini, untuk semua ini.”

Ini kisahnya, mungkin tamsilan sungai dan laut itu seperti yang patik ungkapkan tadi. Satu simbolik akan yang datang dan pergi dalam hidup.Ya, dan itu kecil kisahnya. Satu lagi kisah kecil dalam kembara patik. Coret merakam kisah; moga dapat disulingkan hikmah. Bisik-bisik rindu, buat sahabat!

Nadim Muhammad
Tuesday, January 08, 2008